Obat Herbal, Obat Alami

Herbal, Obat Alami, Makanan Sehat, Kesehatan, Manfaat Tumbuhan


Pengobatan Herbal pada Kanker Masih Diperdebatkan


Selama ini pengobatan penyakit kanker hanya terfokus pada pengobatan moderen seperti pembedahan dan kemoterapi. Pengobatan moderen ini dianggap sebagai cara terjitu untuk menghilangkan sel-sel kanker di dalam tubuh penderita.


Namun ada juga penderita yang tak sabaran lalu mengkombinasikan pengobatan moderennya dengan pengobatan alternatif, diantaranya akupunktur, senam pernapasan maupun pijat, termasuk pengobatan herbal.

"Kelemahan obat kimiawi adalah adanya efek samping, sifatnya tajam dan reaktif serta mampu menimbulkan kerusakan lingkungan jika digunakan dalam jangka panjang," terang Drs. Oswald T. Tampubolon, Apt. dalam Seminar Nasional Herbal untuk Penderita Kanker: Perkembangan Terkini dan Prospek di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Untuk itu, Tampubolon menawarkan alternatif pengobatan herbal untuk mengatasi penyakit kanker. Menurutnya, pengobatan herbal memiliki sejumlah kelebihan diantaranya kemungkinan mengandung zat-zat tertentu yang belum/tidak terdeteksi namun justru memberikan manfaat optimal terhadap pengobatan kanker; dapat diterima dengan baik oleh tubuh dan jarang terdengar ada efek samping dari pengobatan herbal.

"Akan lebih baik lagi jika beberapa bahan herbal yang memiliki khasiat sama dikelompokkan lalu digabungkan dan diramu secara bersamaan untuk mendapatkan potensi maksimal dan perluasan spektrum pengobatan," ujar Tampubolon seperti dikutip detikHealth.

Dengan begitu, kata Tampubolon diprediksi pengobatan ini akan menyembuhkan kanker lebih cepat karena ada efek saling melengkapi dalam gabungan bahan-bahan herbal tersebut.

Sayangnya pamor obat herbal selalu kalah dari obat-obatan kimiawi. Menurut Tampubolon, alasannya ada 4 yaitu:
  1. Bahan baku obat kimiawi lebih mudah diperoleh, tidak musiman seperti bahan baku obat herbal
  2. Dapat dibuat melalui sintesis kimia
  3. Dapat dibuatkan standar produksinya, terutama untuk skala industri
  4. Ekonomis dan kontinuitas produknya terjamin
Sebaliknya dr. Johan Kurnianda, Sp.PD., K-HOM dari Fakultas Kedokteran UGM berkomentar, pengobatan herbal boleh-boleh saja dipakai sepanjang memegang teguh prinsip evidence-based medicine (pengobatan berbasis bukti-bukti ilmiah). Namun pengobatan herbal belum bisa dijadikan pengganti pengobatan standar, hanya komplementer saja.

dr. Johan juga mengakui bahwa sebenarnya sejumlah obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi berasal dari bahan-bahan herbal diantaranya dari daun lamtoro dan semacam cemara dari hutan Amazon di Brazil.

"Namun pengobatan herbal itu bukannya nir-efek samping. Banyak kasus pengobatan herbal yang evidence-based-nya belum lengkap tadi sudah digunakan dalam praktik klinis, apalagi dipromosikan sebagai pengganti pengobatan standar," tambah dr. Johan.

"Misalnya saja banyak kasus pengobatan herbal yang setelah dikonsumsi menimbulkan mual dan muntah atau maag. Ada juga ginkgo biloba yang selama ini dipercaya mampu menyembuhkan kanker pada lansia ternyata bisa memberi efek samping berupa perdarahan karena mengganggu hemostasis tubuh," kata dr Johan.

Disamping pengobatan standar lainnya, dr. Johan pun menawarkan pengobatan kanker terbaru bernama targeted therapy. Pengobatan ini menyasar pada molekul spesifik yang menyebabkan kanker maka pengobatan ini dianggap lebih efektif dibandingkan kemoterapi atau radioterapi, lagipula lebih aman terhadap sel-sel normal di sekitarnya.

sumber: detik.com
0 Komentar untuk "Pengobatan Herbal pada Kanker Masih Diperdebatkan"

Download Ebook Gratis